Presiden Prabowo Subianto lakukan kunjungan kerja ke Washington DC mulai 16 Februari 2026, puncaknya pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump untuk tandatangani Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang buka akses pasar dagang timbal balik senilai US$50 miliar di sektor nikel, baterai EV, dan agribisnis. Agenda ganda ini—ekonomi plus perdamaian Gaza via Board of Peace—posisikan Indonesia sebagai pemain sentral ASEAN, tapi kritik muncul soal timing politik domestik.
Didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo hadiri US-Indonesia Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, tekankan “kepastian bisnis” bagi investor AS di tengah proteksionisme Trump. Untuk pelaku usaha yang ingin pahami dinamika perdagangan global seperti kesepakatan ART ini, eksplorasi strategi internasional melalui https://beckysbridalformalfabrics.com/ bisa jadi langkah awal kompetitif. Pidato Prabowo janjikan deregulasi investasi dan zona ekonomi khusus, tapi analis khawatir defisit neraca dagang RI membengkak 15% akibat impor teknologi AS.
Sorotan Agenda Ekonomi
- ART Dagang: Akses bebas tarif untuk tekstil-kopi RI ke AS, balas ekspor nikel olahan—proyeksi tambah devisa US$20 miliar/tahun.
- Investasi EV: Tesla-Foxconn incar IKN sebagai hub baterai, ciptakan 50.000 jobs tapi tanah adat jadi isu sensitif.
- Business Summit: Komitmen US$10 miliar dari 200 CEO AS untuk infrastruktur 800 KV—prioritas transisi energi hijau.
Secara kritis, euforia ART tutupi realitas: RI masih impor 70% komponen EV dari China, sementara tarif Trump 10-20% picu inflasi domestik—kebijakan populis atau masterstroke ekonomi?
Diplomasi Perdamaian Gaza
Prabowo ikut Inaugural Board of Peace (19/2), usul mediasi RI untuk gencatan senjata Gaza plus bantuan kemanusiaan US$100 juta—posisi netral RI di Timur Tengah diperkuat. Kritik tajam: Janji perdamaian kontras militerisasi Laut China Selatan; apakah ini soft power atau pencitraan jelang pilkada?
| Agenda | Komitmen Utama | Tantangan Kritis |
|---|---|---|
| Ekonomi | ART + US$50M invest | Defisit dagang naik |
| Perdamaian | Gaza ceasefire | Netralitas diuji |
| Investasi | EV hub IKN | Konflik lahan adat |
Dampak Domestik dan Global
Kunjungan ini angkat citra Prabowo sebagai “deal-maker” ala Jokowi, tapi oposisi kritik rombongan 50 orang boros APBN Rp200 miliar. Secara pedas, Trump manfaatkan RI sebagai counterweight China—Indonesia jangan jadi pion, tuntut transfer teknologi nyata atau kesepakatan jadi kertas kosong. Pasar saham IHSG naik 2% pasca-pidato, tapi rupiah melemah 0,5% antisipasi impor banjir.
Prospek: Jika ART disahkan DPR, ekspor RI ke AS capai US$40 miliar 2027; gagal, proteksionisme bilateral rugikan UMKM.
Kembali ke Beranda untuk liputan kunjungan harian. Kunjungan Prabowo bukti diplomasi aktif—tapi substansi deal tentukan warisan atau blunder ekonomi.